Touch Screen Capacitive dan Resistive

Touch Screen Capacitive – Saat ini tidak sedikit perangkat elektronik individu a.k.a gadget, terutama Handphone memakai touch screen. Ada dua jenis (sebenarnya banyak) tipe touch screen yang ketika ini menggempur pasaran, capacitive & resistive.

Touch Screen Capacitive
Perbedaan Touch Screen Capacitive dan Resistive

Jadi apa bedanya?

Capacitive : suatu tipe layar yang memakai kapasitansi alami tubuh insan sebagai sensor sentuhan. Tubuh manusia dapat menyimpan muatan listrik alami hingga sejumlah lusin kilo-volt. bekerja dengan teknik mengukur interaksi antara sinyal elektrik pada transparent grid di atas layar dan jari tangan pemakai.

Capacitive Touchsceen pada handphone atau smartphone memakai sensor yang beragam, dimana sentuhan insan mempengaruhi medan elektrostatik pada layar.

Capacitive Touchsceen terdiri dari lapisan yang dilapisi dengan penghantar transparan. Ketika layar kapasitif disentuh, maka akan menciptakan medan elektrostatik yang diukur sebagai evolusi kapasitansi, lantas dideteksi dan diproses oleh prosesor yang selanjutnya menginstruksikan sistem operasi untuk merangsang suatu perbuatan yang sesuai.

Capacitive Touchsceen jauh lebih baik dan lebih responsif terhadap sentuhan jari manusia. Layar Kapasitif lebih baik dari layar resistif, sehingga menciptakan pengalaman pemakai yang jauh lebih baik.

Capacitive Touchsceen paling jelas, menawarkan transparansi tampilan visual pada layar sampai 90 persen, bisa dilengkapi dengan pelindung layar yang dirancang khusus, menyerahkan perlindungan dari goresan tanpa mengganggu faedah smartphone.

Layar Sentuh Kapasitif mendukung sejumlah sentuhan bersamaan multi-touch dan teknologi ini dipakai pada mayoritas smartphone di masa kini.

Resistive : suatu tipe layar yang memakai tekanan sebagai sensor sentuhan, dapat menggunakan jari, pena, atau benda keras lainnya. bekerja dengan teknik memanfaatkan dua lapisan tipis transparan di atas layar dan mengukur perbedaan resistensi antara kedua lapisan ketika disentuh.

Resistive Touch screen berisi dua lapisan bahan konduktif dengan celah yang paling kecil salah satu keduanya. Ketika layar resistif disentuh, maka dua lapisan bertemu di titik sentuhan sehingga menciptakan semacam sirkuit pada titik sentuh. Titik sentuhan ini diproses oleh prosesor sebagai sensor pemicu untuk mengubah informasi pada sistem, contohnya sistem operasi android.

Meskipun jenis teknologi Resistive dapat sangat tepat, namun sering dipakai pada smartphone kelas mula dan kurangnya fungsi sejumlah sentuhan bersamaan atau multi-touch. Pengguna bisa menyentuh layar dengan lebih dari sejumlah sentuhan, namun layar resistif melulu akan mengenali titik sentuhan kesatu ketika kontak dengan layar.

Resistive Touch screen tidak seresponsif laksana layar sentuh Capacitive dan seringkali sering memakai pena guna mengidentifikasi titik sentuhan secara akurat.

Kelebihan dan kekurangan

Capacitive : paling ‘smooth’ guna dioperasikan karena melulu membutuhkan eksistensi jari tangan, tanpa tekanan. Tampilan layarnya mempunyai kejernihan sampai sekitar 90% dan bila terkena penyampaian sinar matahari tidak memprovokasi kualitas tampilan. Namun kelemahannya ialah tidak menyokong pemakaian stylus. Terlebih lagi jenis layar sentuh yang ini tidak dapat digunakan sama sekali saat memakai sarung tangan/hand schöen.

Hal ini lumayan menyulitkan semua pendaki gunung, orang-orang yang hidup di suhu dingin atau ekstrim dingin; tenaga medis yang stand by ketika sedang mengenakan hand schöen; orang yang merawat kuku panjang guna fashion atau memainkan sebuah jenis perangkat musik tertentu dsb sebab pemakaian kuku tidak dapat pada jenis capacitive; orang yang senang cara input text tertentu laksana handwriting memakai stylus; dan rider atau backpacker yang berkelana dengan sepeda motor sebab tidak tepat guna bila mesti membuka sarung tangan terlebih dahulu guna menerima telepon, atau menyaksikan ‘map’ (navigasi) di layar ketika berkendara.

Resistive : sensitif terhadap tekanan, menyokong pemakaian stylus, plectrum, dan benda sejenisnya. Tidak terdapat pengaruh walaupun memakai sarung tangan yang tebal.

Lebih murah diciptakan namun tidak menyokong multi finger touch (jika pemakai menyentuh layar dengan lebih dari 1 jari, gadget tidak dapat menilai posisi sentuh dengan akurat). Tampilan layarnya tidak sejernih jenis capacitive. Pada sejumlah gadget teranyar sistem resistive telah dimodifikasi dengan adanya kinetic scrolling sehingga mempermudah proses geser halaman laksana pada sistem capacitive i-phone.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top